Jumat, 26 November 2010

Anti Stigma dan Diskriminasi

Perdebatan yang panjang memang kerap terjadi dalam penanganan masalah HIV/AIDS, ibarat benang yang sudah kusut, sehingga butuh usaha yang optimal untuk mengembalikanya dalam keadaan yang diharapkan, seperti halnya penyakit kronis yang lainya, HIV/AIDS ternyata membawa kehawatiran yang cukup besar bagi banyak kalangan, tidak terkecuali bagi kalangan praktisi kedokteran sendiri karena sampai saat ini masih belum ditemukan antibiotik yang mampu mengeliminir pergerakan dari virus HIV/AIDS tersebut.

AIDS sebagai salah satu penyakit yang masih belum memiliki formulasi obat yang manjur, hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah pengidap AIDS diseluruh dunia. Mulai ditemukanya penyakit ini pada tanggal 29 April 1878 di Amerika Serikat, dimana pada waktu itu pemerintahan Amerika Serikat langsung mengeluarkan tindakan karantina. Sekarang ini jumlah pengidap HIV/AIDS mencapai kurang lebih 48 juta orang diseluruh dunia dan terus menerus menunjukkan trend peningkatan dan demikian halnya yang terjadi di Indonesia. Virus HIV/AIDS masuk ke Indonesia pertaman kali pada tahun 1987. Sampai sekarang jumlah penderitanya semakin banyak sekaligus sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan semakin majunya teknologi dan makin meluasnya kegiatan-kegiatan yang mampu menyebarkan virus HIV/AIDS seperti pelacuran, seks bebas, dan penggunaan narkoba. Secara teori, penyebaran virus HIV/AIDS ini tersebar dengan melalui tiga kegiatan yakni berhubungan seks, melalui pertukaran darah, dan melalui ibu menyusui. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa penyebaran virus HIV/AIDS ini melalui cara-cara yang lain, meskipun kasus tersebut masih jarang terjadi. Sejarah telah mencatat perjalanan panjang HIV/AIDS dalam kurun 20 tahun terakhir.

Sejak 1985 sampai 1996 Kasus AIDS diIndonesia masih sangat jarang, sebagian besar berasal dari kelompok homoseksual, sejak pertengahan 1999 mulai terlihat peningkatan yang sangat tajam terutama akibat penularan melalui narkotika suntik, Maret 2005 tercatat 6.789 kasus HIV/AIDS, jumlah ini diperkirakan belum menunjukkan angka sebenarnya. Departemen kesehatan RI pada tahun 2002 memperkirakan jumlah penduduk Indonesia yang terinfeksi HIV antara 90.000 sampai 130.000 orang. Estimasi terbaru menyebutkan, jumlah yang terinfeksi HIV lebih dari 500.000 orang. Beberapa pakar kesehatan dan pakar psikolog membenarkan bahwa masih ada masyarakat yang terlanjur menyerap informasi keliru tentang HIV/AIDS. Terutama bagaimana cara penularannya. Akhirnya informasi keliru mengendap, menjadi suatu kepercayaan yang sulit ditinggalkan. "Kepercayaan itu menjadikan penyakit AIDS momok menakutkan dan memalukan atau aib (Stigma, red). Secara spontanitas muncul reaksi masyarakat menjadi sikap diskriminasi, apabila berhadapan dengan penderita AIDS.

Pencegahan dan sikap menghadapi penderita dan keluarganya yaitu dengan menegakkan anti stigma dan diskriminasi. Masyarakat yang tahu informasi benar seharusnya tidak menambah beban penderitaan ODHA. "Perlu diketahui, virus HIV/AIDS tidak mudah menular, sebab hanya bersarang pada sel darah putih tertentu yang disebut sel T4. Karena sel T4 hanya ada pada cairan tubuh, maka HIV ditemukan dalam cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina dan cairan leher rahim. Penularan HIV/AIDS dari cairan tubuh di atas harus masuk langsung dalam peredaran darah. Memang HIV ditemukan dalam jumlah sangat kecil di air liur, namun sampai sekarang belum ada bukti-bukti penularan lewat liur juga ASI. Cara penularan hanya melalui hubungan seksual dengan pengidap, tranfusi darah, lewat alat suntik atau alat tusuk lain seperti pisau cukur bekas dipakai tercemar HIV dan ibu hamil meghidap HIV kepada janin dikandungnya. "Virus ini cepat mati kalau berada diluar, karena itu HIV tidak bisa menular lewat udara. Sehingga tidak menular ketika bersenggolan, berjabat tangan, bersentuhan dengan pakaian, penderita bersin atau batuk-batuk di depan kita, berciuman (dalam konteks yang wajar), lewat makanan dan minuman, gigitan nyamuk serta bersama berenang di kolam renang, Makanya dengan mengetahui informasi HIV/AIDS ini, maka janganlah sampai ODHA dikesampingkan.

Stigma sendiri lahir akibat persepsi yang bermunculan dari social influence dalam menanggapi arogansi yang berlebihan terhadap penyakit AIDS, yang kemudian akan membelokkan mainset seseorang dari yang semula merasa simpati menjadi apatis terhadap AIDS, tidak berlebihan apabila AIDS dikategorikan Diskriminasi memang suatu konsekuensi dari perubahan era yang semakin terbuka dan telanjang seperti ini, dalam system kenegaraan pun nyatanya banyak fakta yang dapat dihimpun demi memperkuat pendapat tersebut. Atas nama social justice memang tidak dibenarkan apabila manusia dengan mudah menghakimi hak dasar manusia yang lain, karena label yang diberikan untuk pengidap AIDS sangat jauh dari norma kemanusiaan. Kebebasan dalam menikmati hidup seakan terampas karena adanya claim yang dirasa sangat mendiskreditkan para pengidap HIV/AIDS.

Atas nama social justice sangat disayangkan apabila masyarakat berlaku tidak adil terhadap pengidap AIDS, dengan kata laen secara tidak langsung pengidap HIV/AIDS diposisikan sebagai kaum yang termarginalkan atau terasingkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Rupanya negara ini belum bisa menjamin persamaan hak dalam hal keadilan, ini terbukti dari kurangnya upaya pemerintah dalam memberikan sosialisasi yang benar perihal penyakit HIV/AIDS secara komprehensif dan berkala, sehingga stigma yang muncul dipermukaan bisa diredam dengan suatu pendekatan yang logis dan ilmiah. Perlu diakui bahwa HIV/AIDS memang memberikan suatu social influence yang luar biasa, tidak hanya dari sudut pandang medis tetapi HIV/AIDS telah memberikan efek negativ terhadap pencitraan seseorang yang terjangkit virus tersebut, begitu banyak bentuk diskriminasi yang dialami oleh seorang yang terindap virus HIV/AIDS, hampir semua perusahaan memberlakukan syarat bagi pekerjanya harus bebas HIV/AIDS, ini fakta yang cukup mengagetkan, padahal jika dilihat data yang diobservasi akhir-akhir ini yang menunjukkan adanya trend peningkatan pengidap HIV/AIDS di Indonesia. Maka dampak bagi angkatan kerja pun mulai akan terancam dengan isu HIV/AIDS tersebut.

Suatu keniscayaan isu diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS dapat direduksi apabila seluruh pihak tidak bekerja sama dalam memberikan pencerdasan terhadap masyarakat secara umum, baik pemerintah, media dan juga keterlibatan masyarakat itu sendiri. Semoga segala bentuk pelanggaran dan penindasan terhadap kaum pengidap HIV/AIDS dapat di minimalisir demi terwujudnya negara yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.amin

Krisis Global gerbang kebinasaan manufacturing kapitalistik

Krisis secara terminologi memang memiliki tendensi terjadinya ketidakberesan akan sesuatu, namun sejatinya memiliki implikasi yang mahadasyat terhadap berbagai sendi kehidupan tentunya jika memang diletakkan dalam suatu konteks permasalahan yang relevan. Beberapa hari ini krisis yang memang terkenal angker dan sangat tidak diharapkan kehadiranya nyata-nyatanya sedang mengguncang perekonomian dunia. Betapa tidak, perekonomian global merosot tajam dikarenakan daya beli masyarakat menurun disertai anjloknya saham dan mata uang global sebagai imbas dari ketidakpercayaan dan kepanikan spekulasi yang berlebihan para stakeholder modal. Krisis ini diawali ketika terjadinya kredit macet subprime mortgage (kredit perumahan) di Amerika yang secara tidak langsung mempengaruhi cash flow keuangan Amerika yang selama ini masih menjadi donator segar perekonomian dunia, ini artinya system kapitalisme yang melanda dunia sedang runtuh dalam jurang kebinasaan. Baru-baru ini pemerintah Amerika mengambil langkah antisipatif imbas krisis tersebut dengan mengeluarkan kebijakan fiskal yang cukup mengagetkan dengan mencairkan dana mencapai 700 triliun atau yang lebih popular dengan istilah bill out (biaya penanggulangan krisis). Angka yang cukup fantastis untuk ukuran kemampuan suatu Negara,namun sejauh ini kebijakan bill out hanya mampu untuk sekedar menutup kas bocor akibat kredit macet perumahan dan belum sampai menyentuh revitalisasi ekonomi secara keseluruhan baik instrument ekonomi maupun tingkat kepercayaan konsumen dalam menanamkan modal investasi berkelanjutan.


MEWUJUDKAN PERPUSTAKAAN YANG ERGONOMIS DAN BERKUALITAS

Antusiasme dan awareness masyarakat dalam menumbuhkembangkan minat baca memang seharusnya segera direspon dengan cepat oleh otoritas pendidikan dinegeri ini, dalam hal ini kiranya tidak salah bila departemen pendidikanlah yang menjadi promotor dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Setidaknya hal ini merupakan konsekuensi logis dalam upaya peningkatan kualitas peserta didik, baik dari tingkatan pendidikan dasar (elementary level) sampai jenjang pendidikan tinggi (collegial level). Peningkatan mutu jelas tidak akan bisa dibebaskan maknanya tanpa adanya intervensi stakeholder terhadap ketersediaan infrastruktur yang memadai, seperti halnya keberadaan perpustakaan sebagai sumber informasi ilmiah yang bertendensi pada pengembangan keilmuan. Perpustakaan praktis menjadi mitra untuk mendukung kompetensi peserta didik yang terlibat dalam dunia pendidikan itu sendiri. Arti penting sebuah perpustakaan tidak hanya sekedar wacana. Sangat tidak berlebihan jika perpustakaan sering disebut-sebut sebagai jantungnya pendidikan. Perpustakaan juga berfungsi untuk memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, serta sebagai sarana pendidikan sepanjang hayat khususnya melalui buku (text book).

Perkembangan arus globalisasi dan kecepatan informasi mengharuskan adanya revitalisasi bentuk dan fungsi dari perpustakaan secara komprehensif. Beberapa pakar telah menyebutkan sebelumnya bahwa setidaknya fungsi perpustakaan mencakup fungsi edukatif, fungsi administratif,fungsi rekreatif,fungsi penelitian. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan fungsi perpustakaan tersebut, namun kiranya perlu ada strategi dan inovasi baru yang bisa mempermudah dalam menjabarkan fungsi tersebut kedalam realita yang sebenarnya. Perpustakaan tidak sebatas ruang referensi namun juga harus menjadi tempat yang nyaman dan sehat, sehingga mampu menarik minat khalayak untuk melakukan berbagai macam aktivitas dialektika keilmuan secara lebih segar dan energik. Dalam istilah yang lebih populis mungkin bisa diarahkan menuju perpustakaan yang ergonomis. Pengertian ergonomis identik dengan upaya menciptakana situasi yang nyaman sekaligus sehat bagi para pengguna perpustakaan, dalam hal ini mengarah pada pengkodisian ruang perpustakaan yang lebih menarik menurut dimensi etika maupun estetika.

Menciptakan suatu iklim yang menyenangkan bagi para pustakawan adalah salah satu kunci penting dalam mewujudkan fungsi social dan edukasinya, betapa tidak cikal bakal perpustakaan ideal memang harus diawali dengan suatu kondisi yang enjoyed sekaligus berpotensi memberikan suasana rileksasi berfikir, sehingga membantu memudahkan memahami suatu bacaan didalam perpustakaan. Perpustakaan kini sudah mulai berani menghilangkan kekakuan design dan arsitek baik dari sisi bangunan maupun interiornya,

Berbicara ergonomi berarti sama halnya membicarakan masalah secara menyeluruh dari semua aspek yang mempengaruhinya, atau yang biasa disebut perspektif ergonomi makro. Berbeda dengan kajian ergonomi mikro,ergonomi makro (macro ergonomics) tidak hanya menitikberatkan masalah pada sisi fisik namun juga meliputi sisi non fisik yang secara langsung berimbas pada kualitas pelayanan maupun kualitas intelektual yang dihasilkan. Beberapa kasus menunjukkan bahwa kekuatan eksklusif hanya akan membawa pengertian perpustakaan sebagai tempat mewah yang hanya bisa diakses atau diperuntukkan kepada sebagian orang yang mengenyam bangku pendidikan, secara proporsional memang perpustakaan mempunyai andil besar dalam pengembangan basis-basis pengetahuan.

Konsep plan do check seharusnya selalu menjadi tolak ukur terhadap peningkatan mutu perpustakaan, adapun seharusnya lembaga khusus yang menaungi urusan standarisasi perpustakaan secara intensif, Artinya dengan diberlakukanya prinsip-prinsip ergonomic makro diharapkan dapat mendorong keikutsertaan pihak-pihak terkait (stakeholder) untuk bersama-sama memperbaiki kualitas perpustakaan sesuai kondisi kekinian.

Secara praktis kerangka ergonomic makro telah menjembatani ilmu pengetahuan yang lain untuk masuk dan menciptakan suatu kesinambungan dalam rangka mewujudkan inovasi baru serta meningkatkan nilai tambah (added value) yang pada akhirnya dapat menularkan kemanfaatan yang besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Secara teknis, intervensi ergonomi terhadap konsep perpustakaan akan memberikan suatu pembaharuan yang positif terhadap lingkungan perpustakaan, baik dalam hal infrastruktur atau stakeholder yang terlibat,terlebih untuk para pengguna perpustakaan yang tentunya akan merasa lebih nyaman dengan sarana prasarana serta pelayanan yang baik.

Aspek fisik dan aspek non fisik adalah satu kesatuan yang harus dijalankan fungsinya secara tepat dan proporsional, artinya antara urusan operasional dan urusan pengembangan strategis perpustakaan harus berjalan secara komprehensif. Sarat utama unsur fisik perpustakaan adalah ketersedianya akses pencarian katalog buku secara cepat, salah satu medianya adalah komputer yang update terhadap referensi buku yang tersedianya, banyak kasus yang menunjukkan bahwa perpustakaan tidak begitu banyak memiliki komputer yang bisa dijadikan alat untuk mengakses keberadaan buku yang sedang dicari,sehingga menjadi persoalan yang sangat penting untuk lebih menjadikan sistem lebih efektif dan efisien. Disadari atau tidak, ternyata kebutuhan akan makanan kecil dan minuman ringan menjadi sarat penting dalam membawa konsep perpustakaan memiliki iklim yang nyaman dan memuaskan,namun tetap mengedepankan etika serta estetika ruangan yang direncanakan dengan matang sesuai ketentuan yang diadopsi dari pendekatan ergonomi. Sederhananya, desain ruang perpustakaan harus mampu mengakomodasi kepentingan para pengguna dan mampu menciptakan suatu pembaharuan disamping kelengkapan infrastruktur yang dirasa perlu untuk segera ditambahkan. Secara garis besar desain ruangan perpustakaan harus memiliki beberapa unsure,diantaranya perpustakaan ideal harus memiliki komputer sebagai alat terhadap penelusuran akan ketersediaan sumber buku yang dicari, perpustakaan ideal sebaiknya juga menciptakan suasana rileks dan santai,salah satu pilihannya adalah dengan membangun ruang referensi baca yang mirip dengan rest area yang biasanya dilengkapi drinking shop agar suasana perpustakaan semakin informal namun tanpa mengesampingkan etika saat membaca.

Peranan pemerintah dan jajaran civitas akademika sangat berpengaruh dalam mewujudkan perpustakaan ideal. Kemajuan perpustakaan lambat laun telah menjadi tolak ukur bagi suatu keberhasilan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Keterlibatan pihak-pihak yang terkait (stakeholder) ternyata memberi dampak atas penerapan falsafah ergonomi dalam menjawab persoalan kualitas dan kemunduran peran serta perpustakaan dalam ranah pendidikan, perpustakaan ideal bukanlah hal yang mudah untuk dicapai, namun juga tidak begitu sulit apabila keterpaduan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya ilmu pengetahuan mulai dipacu dan diperhatikan secara seksama.

Gairah Cinta

Malam bersahaja kini telah datang, bersamaan dengan embun dan hembusan angin malam merapi yang mampu menggetarkan tulang-belulang tubuh yang haus akan kasih sayang. Hatiku gundah dengan kesendirian ini , getaran cinta mulai melemah, entah karena bayangan idealis semu atau karena ketidakberdayaanku menggapai cinta wanita.

Bayangan parasmu sirna terbawa canda tawa hidup ini, realitas hidup sungguh terasa berat untuk kujalani. Tak ada yang namanya rindu yang ada hanyalah kecemburuan semata.

Bingung jiwaku ini Tuhan,

Apakah cinta itu butuh biaya Tuhan?

Adakah cinta yang gratis, namun tetap memberikan sentuhan romantisme yang mendalam

Jujur Tuhan,, aku ingin cinta yang sederhana

Aku butuh hawa disaat lara hidupku mendara

Hidupkan jiwa sayangku untuk sesama, aku menusia Tuhan

Aku tidak percaya dengan ketidakadilan mu Tuhan??!!!

Yakinkan aku Tuhan, dengarkan segala keluhresahku

Izinkan aku bercumbu mesra denganya Tuhan

Jangan KAU paksa aku untuk diam

Biarlah aku deklarasikan isi hatiku ini didepan dia Tuhan…

Aku tak kuasa lagi untuk menuggu

Tapi jangan KAU permalukan aku didepan dia

Tebarkan …Tancapkan…Hembuskan kasihku untuk dia

Jangan KAU tahan wahai Tuhanku , biarkan dia berjalan

Aku cinta dia Tuhan

Teguhkan hasrat ini untuk dia


Setiap bertemu kau kelihatan angkuh, tapi tidak angkuh

Setiap kulihat kau acuh, tapi tidak acuh

Setiap aku lirik kau dingin, tapi sebenarnya tidak dingin

Setiap kusenyum kepadamu kau selalu diam membisu, tapi tidak diam membisu

Kau ini gila……….

Tahukah hatiku ini terlalu keruh karenamu

Keruh karena kecewa

Keruh Karena takut untuk melangkah kearahmu

Keruh karena jenuh padamu

Wahai cinta

Sambutlah isyarat dan hasrat cintaku ini

Tunjukkan kalau kau butuh aku

Aku penegasan tentang itu

Jangan kau kurung hatiku ini karenamu

Aku sudah terlalu cemburu denganmu

Aku ingin tidur sejenak dipelukmu

Siapa tahu kau mampu menjadi penawar racun hidupku

Mendekatlah sayang

Dekaplah aku duhai bidadariku

Aku menuggumu dalam setiap malamku

Terlalu sepi jiwaku ini, siramilah dengan canda tawamu sayang

Terimalah aku

Jauhilah dia , kau ini memang untukku

Kutunggu dikeheningan malam berikutnya

Sabtu, 17 April 2010

membumikan kasih pada alam

Bentuk refleksi ahkir tahun 2007 Indonesia belum mampu untuk menjawab apalagi sampai berbicara dengan lantang perihal keberhasilan mendidik masyarakat yang memiliki dedikasi moral yang baik, mengapa? Jawaban yang tepat adalah mungkin(may be yes or may be no) it’s depend of you, karena titik balik jawaban tadi menggambarkan secara demografis perwujudan kemajemukan keadaan sosio kultural masyarakat dewasa ini. Berbagai bentuk keserakahan (greed price), keangkuhan( arrogance) pun muncul manakala kita mencoba untuk menakar seberapa penting keterlibatan kita dalam ranah-ranah sosial, kita seakan masih terperdaya akan gemerlapnya ritme keegoisan dari pada harus memikirkan definisi pentingnya makna kearifan lokal, ramalan joyoboyo mungkin perlu sejenak kita tengok dan renungkan tentang akan adanya arus deras perubahan pergeseran nilai kemanusiaan, betapa mahalnya istilah kebersamaan bahkan nilai keadilan pun enyah ibarat batang kayu yang diterjang banjir, sepintas memang benar kalau kita mengatakan bahwa dalam era digital saat ini manusia dianjurkan untuk bisa saling berkompetisi dengan cara memperdayai namun hal itu dibenarkan dalam sudut pandang prosedural akan tetapi bila bisa jauh menelaah akan memunculkan bukti bahwa memperdayai disini juga memiliki kandungan nilai keadilan, hal ini yang luput kita pahami.

Seringkali juga kita pernah mendengar ungkapan polos (sing gede tambah kuat sing cilik tambah mlarat), memang tidak bisa disalahkan bila sebagian besar korban (victim) ini melakukan bentuk reaksi yang dengan tegas mendengungkan nada sindiran tersebut, segala keterbatasan adalah kendala paling besar, maka media untuk mengaktualisasi diri hanyalah dengan meneriakkan sekaligus tetap berharap segala sesuatu yang memiliki ritme penindasan segera berakhir

Kegoncangan diatas setidaknya dapat kita konstelasikan dengan maraknya peristiwa pembalakan hutan scara ilegal yang dilakukan segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab dengan berbagai macam motif, namun bagaimanapun alasannya tindakan ini harus segera dihentikan kalau tidak ada dua dampak besar yang secara gamblang akan terungkap, pertama pemerintah akan memiliki nilai tawar yang rendah dimata hukum itu sendiri ini blunder besar kalau saja pemerintah dan jajarannya gagal dalam mengemban amanat undang-undang tersebut, kedua seperti yang kita saksikan diawal lembaran baru 2008 ini yaitu tenggelamnya 60% wilayah jawa timur dan sebagian juga jawa tengah akibat meluapnya sungai bengawan solo, bahkan kondisi inipun diperparah dengan terjadinya longsor ditawangmangu yang menelan korban hampir 80 orang meninggal dunia, menurut sumber yang dihimpun sekarang warga yang mengungsi akibat bencana ini mencapai 120.000 orang, tidak ada alasan lain bencana ini terjadi juga karena andil manusia sendiri yang serakah, bagaimana hutan sebagai penyeimbang serta daerah (absorption) beralih fungsi menjadi lahan ekonomi tinggi, sebegitu murahkah hutan? Seperti yang diungkapkan Nietzche Freud bahwa agama bukan pelarian neurotis dan infantil atas suatu relitas, berkaca dari secuil kata mutiara tersebut alangkah kita lebih bijak dalam menakar fungsi hutan sesungguhnya, bukan malah dijadikan pelarian dalam menghadapi realitas kehidupan terutama ranah-ranah bisnis, mungkin mereka bisa memenuhi target produksi yang diminta tapi mereka sama sekali tidak dapat memenuhi permintaan masyarakat yang menuntut agar mereka tidak dipermainkan atau bahkan jadi korban pemerkosaan alam tercinta ini.

Selasa, 16 Maret 2010

Kontekstualisasi Islam diranah Bumi Pertiwi

Kontekstualisasi Islam diranah Bumi Pertiwi

Sesuatu yang sudah tidak menjadi rahasia umum bahwa Indonesia merupakan negara dengan umat islam terbanyak didunia, berawal dari pernyataan tersebut timbul pertanyaan apakah potensi dan juga apakah kelemahan yang dimiliki indonesia dengan kondisi islam sebagai mayoritas agama yang dianut dibanding dengan agama maupun kepercayaan lain.
Melihat sejarah perjuangan indonesia yang panjang dan berliku dalam mewujudkan kemerdekaan, semua ini tidak lepas dari perjuangan umat islam, Pangeran Diponegoro dengan gerilyanya, Imam Bonjol dengan perang padrinya, begitu juga dengan Jendral Sudirman dengan kegighannya mempertahankan NKRI untuk ditinggalkan bagi anak dan cucu, dari sini sekiranya tidak terlalu berlebihan kalau umat islam mengkaim bahwa RI adalah hasil perjuangannya, tetapi haruskah indonesia menjadi sebuah negara islam?
Potensi-potensi umat islam dilihat dari segi politik, seharusnya mempunyai kedudukan yang bisa mempengaruhi warna dan arah perpolitikan indonesia, mengontrol agar kebikjakan-kebijakan pemerintah tidak lepas dari alur syariat islam dan mempunyai kecondongan berpihak kepada umat islam.
Dari segi kultural (cultural aspect), kebudayaan dan tradisi indonesia yang beragam menjadi aset berharga yang tidak dimiliki oleh bangsa lain, meminjam istilah Cak Nun, indonesia akan menjadi negara yang beradab ketika kita tetap mempertahankan dan menjunjung tinggi tradisi yang telah terbentuk selama dalam proses evolusi nenek moyang kita. Keberadaan berbagai organisasi islam di indonesia bisa menjadi wadah dan media untuk membina dan mengembangkan umat.
Seiring dengan keberadaan potensi-potensi yang dimiliki umat islam yang tersebut diatas,terdapat berbagai kelemahan-kelemahan yang mengikuti potensi tersebut. Eksistensi islam dindonesia sebagai umat terbanyak justru menjadi bomerang bagi kita sendiri karena keberadaan SDM itu tidak diikuti dangan peningkatan kualitas SDM yang memadai.penurunan ini tidak lepas dari jauhnya umat islam itu sendiri dari nilai-nilai yang diajarkan islam sehingga kita sering lupa bahwa kita sedang berada di negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim, kondisi ini diperburuk dengan lemahnya tradisi keilmuan yang tertanam pada generasi muda islam.
Keberagaman tradisi, budaya, maupun organsasi islam justru menjadi api penyulut perpecahan, hal ini terjadi karena sifat (primordialisme) dan (fanatisme) kelompok dan golongan yang ada dalam sebagian besar bengsa indonesia. Pertentangan itu juga terjadi dalam lingkup islam tradisionalis, modernis, sampai liberalis, sejarah panjang peradaban (tamaddun) islam di Indonesia memberikan sinyalemen positif (positif signal) kearah islam yang modernis dan bermartabat asalkan kita selalu berusaha untuk mengkonstelasikan (menghubungkan) antara paradigma konseptual dengan paradigma islam aktual.
Wallahu a’lam bissowab.

Senin, 01 Maret 2010

Beasiswa Untuk Sekolah Di Inggris

Informasi berikut untuk mendapatkan beasiswa di Inggris. Informasi lengkap bisa didapatkan di perwakilan perwakilan British Council. Langkah yang perlu diperhatikan untuk mengajukan beasiswa adalah:

Aplikasi diajukan minimal satu tahun sebelum studi dimulai. Dimulainya studi ini bervariasi untuk setiap universitas, sehingga informasi lengkap mengenai tujuan sekolah harus dipersiapkan.

Beberapa beasiswa tidak mencukupi untuk seluruh kebutuhan masa studi.

Beasiswa yang terbuka untuk peserta dari Indonesia ada 2 macam:

1. Beasiswa dari Pemerintah Inggris

2. Beasiswa dari Institusi Inggris

Beasiswa dari Pemerintah Inggris

Beasiswa apa saja yang diberikan oleh pemerintah Inggris? Ada berbagai macam. Tetapi yang ditampilkan disini adalah beasiswa yang dapat diikuti oleh pelamar dari Indonesia, yaitu:

1. British Chevening Scholarships, didanai oleh FCO

Level : S1, S2, S3

Bidang studi : semua bidang studi

Asal peserta : semua negara

Quota : tidak ada

2. Technical Co-operation Training (TCT)

Level : S3 atau training

Bidang studi : semua bidang studi

Asal peserta : semua negara

Lama beasiswa: 3 bulan - 3 tahun

Besar beasiswa: tiket pp Jakarta-Inggris, biaya kursus, biaya hidup, tunjangan buku, pakaian.

Quota : tidak ada

Persyaratan : berusia maksimum 45 tahun, direkomendasikan pemerintah, dan tidak diberikan untuk perorangan, melainkan lembaga.

3. Overseas Research Students Awards Scheme (ORSAS)

Level : S1, S2, S3

Bidang studi : semua bidang studi

Asal peserta : semua negara

Lama beasiswa: 1 - 3 tahun

Besar beasiswa: biaya SPP

Quota : tidak ada

Persyaratan : pengajuan melalui universitas yang ingin dimasuki.

Informasi lengkap:

The Committee of Vice-Chancellors and Principals

Woburn House 20 Tavistock Square

London WC1H 9HQ United Kingdom

Beasiswa dari Institusi Inggris

1. University of Aberdeen

Welfare Grant

Level Studi : S1, S2, S3

Bidang Studi : Semua yang ada di universitas ini

Asal peserta : Indonesia, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Thailand

Besar award : bervariasi

Quota : 60 orang

Batas waktu aplikasi : tidak ada

Beasiswa SPP (Fees Scholarships)

Level Studi : S1, S2, S3

Bidang Studi : Semua yang ada di universitas ini

Asal peserta : Indonesia, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Thailand

Besar award : 10% diskon dari uang SPP

Quota : tak terbatas

Batas waktu aplikasi : tidak ada

Beasiswa (Scholarships)

Level Studi : S1, S2, S3

Bidang Studi : Semua yang ada di universitas ini

Asal peserta : Indonesia, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Thailand

Besar award : £ 2.000

Quota : 5 orang

Batas waktu aplikasi : tidak ada

informasi lengkap:

Dr P J Murray (Academic Registrar)

University of Aberdeen

Regent Walk

Aberdeen AB24 3FX

Scotland-United Kingdom

Tel +44 (0) 1224 272039 Fax : +44 (0) 1224 272039

2. Aston University

Beasiswa dari School of Engineering & Applied Science

Level Studi : S1

Bidang Studi : semua jurusan di bawah fakultas teknik dan aplikasi sains

Asal peserta : semua negara, tetapi yang sudah terdaftar di fakultas ini.

Besar award : £1500 - £3.000

Quota : tak terbatas

Batas waktu aplikasi : setiap 30 Mei, melalui sekretariat UCAS

Beasiswa Internasional dari School of Engineering & Applied Science

Level Studi : S1, S2, S3

Bidang Studi : semua jurusan di bawah fakultas teknik dan aplikasi sains

Asal peserta : semua negara, tetapi yang sudah terdaftar di fakultas ini.

Besar award : biaya akomodasi

Quota : tak terbatas

Batas waktu aplikasi : tidak ada

Beasiswa ASEAN dari School of Engineering & Applied Science

Level Studi : S1

Bidang Studi : semua jurusan di bawah fakultas teknik dan aplikasi sains

Asal peserta : negara ASEAN, tetapi yang sudah terdaftar di fakultas ini.

Besar award : £1500 - £3.000

Quota : tak terbatas

Batas waktu aplikasi : setiap 30 Mei, melalui sekretariat UCAS

Beasiswa Tiger Economies

Level Studi : S1

Bidang Studi : Bisnis

Asal peserta : Cina, Hongkong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapur, Taiwan, Thailand

Besar award : £1000 - £1.500

Quota : tak terbatas

Batas waktu aplikasi : setiap 30 Mei, melalui sekretariat UCAS

3. University of Birmingham

Beasiswa

Level Studi : S1

Bidang Studi : Biologi, Geologi

Asal peserta : semua negara.

Besar award : £1.000 - £2.000

Quota : tak terbatas

Prosedur aplikasi : melalui sekretariat UCAS

Beasiswa

level Studi : S1, S2, S3

Bidang Studi : Semua bidang studi yang terdapat di universitas Birmingham

Asal peserta : Indonesia, Korea Selatan, Thailand,

Besar award : £ 600 - £ 1.000

Quota : tak terbatas

Prosedur aplikasi : melalui sekretariat UCAS

Beasiswa

Level Studi : S2, S3

Bidang Studi : Biokimia dan biologi sains

Asal peserta : Indonesia, Korea Selatan, Thailand,

Besar award : £ 2.000 - £ 5.000

Quota : bervariasi

Prosedur aplikasi : melalui sekretariat UCAS

Beasiswa

Level Studi : S2, S3

Bidang Studi : Genetika molekul bakteri

Asal peserta : semua negara

Besar award : SPP dan tunjangan sebesar £6.865

Quota : 2 orang

Prosedur aplikasi : melalui sekretariat UCAS

Beasiswa

Level Studi : S2, S3

Bidang Studi : Komputer sains, Earth Science, Geografi, Fisika, Astronomi, Psikologi

Asal peserta : semua negara

Besar award : £ 2.000 - £ 5.000

Quota : 6 orang

Prosedur aplikasi : melalui sekretariat UCAS

Beasiswa

Level Studi : S2, S3

Bidang Studi : Kimia, Sipil, Elektro, Teknologi Industri, Mesin, Metalurgi&Material

Asal peserta : Indonesia, Malaysia, Singapur, Thailand

Besar award : £ 5.000

Quota : 6 orang

Prosedur aplikasi : melalui sekretariat UCAS

Informasi lengkap:

Ms Suzanne Alexander (Director of International Affairs)

International Office University of Birmingham

Edgebaston Birmingham B15 2TT United Kingdom

Tel +44 (0) 1214 143886 Fax : +44 (0) 1214 143850

4. University of Brighton

Beasiswa International Award

Level Studi : S1

Bidang Studi : Semua bidang studi yang ada di universitas Brighton

Asal peserta : semua negara, dan sudah diterima di universitas ini.

Besar award : £2.000

Quota : tak terbatas

Batas waktu aplikasi : Setiap 30 Juni

Informasi lengkap:

Academic Registar

University of Brighton Mithras House

Lewes Road Brighton BN2 4AT United Kingdom

Tel +44 (0) 1273 600900 Fax : +44 (0) 1273 642825

5. Cranfield University

Beasiswa

Level Studi : S2, S3

Bidang Studi : material, manufaktur, mesin

Asal peserta : semua negara selain negara Eropa

Besar award : £ 5.000 - £ 7.500 pertahun selama 3 tahun

Quota : 4 - 5 orang

Batas waktu aplikasi : tidak ada

Beasiswa

Level Studi : S2

Bidang Studi : MBA (manajemen)

Asal peserta : Indonesia, Malaysia, Singapur, Thailand

Besar award : £ 7.500 selama 1 tahun

Quota : 4 orang

Batas waktu aplikasi : tidak ada

Informasi lengkap:

Andrew Ashdown - International Development Officer

Cranfield University Building 115 Cranfield

Bedfordshire MK 43 0AL United Kingdom

Tel +44 (0) 1234 754090 Fax : +44 (0) 1234 752462

6. City University

Beasiswa Robert Kitchen (Saddlers)

Level Studi : S2, S3

Bidang Studi : semua bidang riset

Asal peserta : semua negara selain negara Eropa

Besar award : bervariasi, selama 3 tahun

Quota : tak terbatas

Prosedur aplikasi : Peminat yang direkomendasikan oleh departemen

Beasiswa

Level Studi : S1

Bidang Studi : teknik dan Actuarial Science

Asal peserta : semua negara selain negara Eropa

Besar award : £ 1.300 - £ 2.000 pertahun

Quota : tak terbatas

Prosedur aplikasi : Melalui sekretariat UCAS

Informasi lengkap:

Karen Jones- International Office \

City University Northampton Square

London EC2V 0HB United Kingdom

Tel +44 (0) 171 477 8019 Fax : +44 (0) 171 477 8562

7. University of East Anglia

Beasiswa

Level Studi : S1, S2, S3

Bidang Studi : semua bidang studi

Asal peserta : Indonesia, Korea, Malaysia, Thailand

Besar award : £ 1.000 selama 1 tahun

Quota : lebih dari 30 orang

Prosedur aplikasi : Otomatis diberikan bagi mereka yang diterima di universitas

Informasi lengkap:

Assistant Registar - University of East Anglia

Nortwich NR4 7TJ United Kingdom

Tel +44 (0) 1603 592688 Fax : +44 (0) 1603 458596

8. University of East London

Beasiswa

Level Studi : S1

Bidang Studi : semua bidang studi

Asal peserta : semua negara

Besar award : s.d. £ 3.000

Quota : 150 orang

Prosedur aplikasi : mahasiswa yang berprestasi

Informasi lengkap:

Graham Parry - University of East London

Room 8 2AS International Office

Longbridge Road Dagenham-Essex United Kingdom

Tel +44 (0) 181 849 3503 Fax : +44 (0) 181 590 7799

9. University of Greenwich

Beasiswa UK Aid Priority Countries Bursaries Scheme

Level Studi : S1, S2, S3

Bidang Studi : semua bidang studi

Asal peserta : semua negara berkembang

Besar award : £ 1.000

Quota : tak terbatas

Prosedur aplikasi : menghubungi alamat di bawah ini

Informasi lengkap:

Ellie Boland (International Office)

University of Greenwich 1st Floor, Bank House

Wellington Street Woolwich

London SE18 6PF United Kingdom

Tel +44 (0) 181 331 8701 Fax : +44 (0) 181 331 8625

10. University of Hull

Beasiswa Lord Wilberforce

Level Studi : S1

Bidang Studi : semua bidang studi

Asal peserta : semua negara

Besar award : £ 5.950 s.d. £ 7.950 pertahun

Quota : tak terbatas

Prosedur aplikasi : mahasiswa yang berprestasi

Beasiswa Fee Waiver

Level Studi : S2, S3

Bidang Studi : semua bidang studi dengan program riset

Asal peserta : semua negara

Besar award : £ 6.295 s.d. £ 13.295 pertahun selama masa studi

Quota : s.d. 8 orang

Prosedur aplikasi : mahasiswa yang berprestasi

Informasi lengkap:

Joanne Clark (International Services Division)

University of Hull

Hull HU6 7RY United Kingdom

Tel +44 (0) 1482 466577 Fax : +44 (0) 1482 466554

11. Keele University

Beasiswa Keele Overseas Scholarships Scheme (KOSS)

Level Studi : S1, S2, S3

Bidang Studi : semua bidang studi kecuali MBA

Asal peserta : semua negara

Besar award : £ 1.000 s.d. £ 2.000 pertahun s.d. 3 tahun

Quota : bervariasi

Prosedur aplikasi : mengisi application form , bisa didapatkan di The Admission & Recruitment Office

Batas waktu aplikasi : 30 Mei setiap tahunnya

Informasi lengkap:

Sue Marlow (Head of International Recruitment)

Keele University

Staffordshire ST5 5BG United Kingdom

Tel +44 (0) 1782 584081 Fax : +44 (0) 1782 632343

12. University of Liverpool

Beasiswa Scholarships Scheme for International Students

Level Studi : S1, S2, S3

Bidang Studi : semua bidang studi kecuali MBA

Asal peserta : semua negara

Besar award : £ 1.000 s.d. £ 1.500 pertahun s.d. 3 tahun

Quota : 5 s.d. 10 orang

Batas waktu aplikasi : 30 Mei setiap tahunnya

Informasi lengkap:

Mrs Joanna Millward (Director of International Liaison)

University of Liverpool

Liverpool L69 3 GD United Kingdom

Tel +44 (0) 151 794 5669 Fax : +44 (0) 151 794 2060

13. Lancaster University

Beasiswa Research Studentships

Level Studi : S2, S3

Bidang Studi : semua bidang studi dengan program riset

Asal peserta : semua negara

Besar award : £ 5.000 s.d. £ 7.500 pertahun

Quota : bervariasi

Prosedur Aplikasi : Hubungi msintoff@lancaster.ac.uk

Batas waktu aplikasi : 30 April setiap tahunnya

14. University of Manchester Institute of Science and Technology

Beasiswa UMISH Graduate Research Scholarships

Level Studi : S3

Bidang Studi : semua bidang studi termasuk filosofi

Asal peserta : semua negara

Besar award : £ 2.000 s.d. £ 3.000

Quota : bervariasi

Batas waktu aplikasi : tidak ada

Beasiswa

Level Studi : S1, S2, S3

Bidang Studi : semua bidang studi

Asal peserta : semua negara

Besar award : £ 1.000 s.d. £ 2.000

Quota : 100

Batas waktu aplikasi : tidak ada

Informasi lengkap:

DR Iain Bride (Director of Overseas Relations)

UMIST PO BOX 88 Sackville Street

Manchaster M60 1QD United Kingdom

Tel +44 (0) 161 200 4020 Fax : +44 (0) 161 200 4339

15. University of Plymouth

Beasiswa International Students

Level Studi : S1, S2, S3

Bidang Studi : semua bidang studi

Asal peserta : Brunei, Cyprus, Hongkong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Pakistan, Taiwan, Thailand, Vietnam

Besar award : Seluruh biaya SPP s.d 3 tahun

Quota : bervariasi

Batas waktu aplikasi : Setiap 1 Juni

Beasiswa Fee Discount

Level Studi : S1, S2, S3

Bidang Studi : semua bidang studi

Asal peserta : Indonesia, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan

Besar award : 1/3 biaya SPP s.d. 3 tahun

Quota : tak terbatas

Batas waktu aplikasi : tidak ada

Informasi lengkap:

Pat Blower (International Office) University of Plymouth

Drakes Circus, Plymouth Devon PL 19 0NG United Kingdom

Tel +44 (0) 1752 232015 Fax : +44 (0) 1752 232014

16. University of Surrey

Beasiswa Foundation Fund

Level Studi : S2, S3

Bidang Studi : semua bidang studi dengan program riset

Asal peserta : semua negara, asalkan direkomendasikan departemen

Besar award : Seluruh biaya SPP

Quota : bervariasi

Batas waktu aplikasi : tidak ada

17.Sheffield Hallam University

Beasiswa British Scholarships Scheme

Level Studi : S2, S3

Bidang Studi : semua bidang studi

Asal peserta : Indonesia, Korea, Malaysia, Thailand

Besar award : £ 3.000

Quota : bervariasi

Prosedur aplikasi : Pengajuan application form dan permohonan ke International Office, dan direkomendasikan oleh departemen



British Council